Andalan

Nikmati Pengalaman Kuliner Pedas Mantap di Berani Festival 2019

Jakarta – Para pecinta kuliner, khususnya warga Jakarta bisa menikmati keberagaman makanan dari olahan saus di Berani Festival 2019. Acara akan berlangsung di Pondok Indah Mall, Jakarta, pada 25 – 27 November 2019.

Sebagai Official Enjoy Partner, Pedas Mantap ingin membawa pengalaman berkuliner online ke dalam offline untuk menyatukan para food lovers.

Marketing Manager Pedas Mantap, Ika Gumaris, mengatakan “Cita rasa pedas yang khas menjadi faktor utama dari saus. Melalui momen ini, Pedas Mantap yang terbuat dari cabai dan bahan alami berkualitas tinggi hadir untuk melengkapi resep masakan dan menciptakan cita rasa yang tak terlupakan”.

Ika juga menjelaskan, selama tiga hari kedepan akan ada berbagai kegiatan edukasi yaitu, demo masak yang menghadirkan jenis masakan dari berbagai negara, yakni masakan Asia oleh Chef Sumarto, Indonesia oleh Chef Rani Pratiwi dan masakan Western oleh Chef Risa Firdaus.

Selain edukasi terdapat hiburan yaiitu, interaktif photobooth, pengunjung dapat mencoba instan photo bersama, lalu mencoba bumbu cocolan snack yang diracik menggunakan Pedas Mantap “semuanya menggunakan Pedas Mantap”, kata Ika.

Dalam acara Berani Festival ini, menggelar kompetisi mengumpulkan stempel, dan lomba lempar gelang ke dalam botol saus, setiap pemain berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik dari Pedas Mantap.

Setiap harinya acara ini mengadakan undian bagi peserta yang beruntung untuk mendapatkan voucher belanja Tas senilai Rp500,000,-. Keseruan dan pengumuman undian bersama Pedas Mantap dapat dilihat di instagram @pedas mantap.

Mencuri di Tempat Ibadah Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap Polisi

Bekasi Utara – Maraknya aksi pencurian motor kembali terjadi di wilayah Bekasi Utara. Pelaku spesialis curanmor di area parkir masjid berinisal AS (20) berhasil dibekuk oleh Tim Polsek Bekasi, Kamis (24/10/19).

Kapolsek Bekasi , Kompol Dwiyatmoko mengatakan, “Pelaku diamankan setelah polisi malakukan penggerebekan di rumah kontrakannya di Jalan Kamal, Bekasi”.

Polisi juga menemukan barang bukti berupa satu lembar STNK sepeda motor, dua buah kunci kontak, satu set kunci letter T, satu alat bong hisap sabu, satu buah senjata api jenis softgun, dan satu buah golok.

Berdasarkan Laporan Polisi (LP), dari ke enam barang bukti yang diamankan, modus pencurian yang dilakukan dengan berpura-pura menjadi jamaah, ketika jamaah lain lengah, pelaku langsung melancarkan aksinya.

Sebelum melancarkan aksi gasak motor di halaman Masjid Darul Ihsan, pelaku diketahui mengkonsumsi obat-obatan terlarang berjenis sabu.

Setelah ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya, AS dijerat pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Aksi Pencurian Motor Berhasil Dibekuk Polsek Bekasi Utara

Bekasi Utara – Maraknya aksi pencurian motor kembali terjadi di wilayah Bekasi Utara. Pelaku spesialis curanmor di area parkir masjid berinisal AS (20) berhasil ditangkap oleh Tim Polsek Bekasi, Kamis (24/10/19).

Kapolsek Bekasi , Kompol Dwiyatmoko mengatakan, “Pelaku berhasil diamankan setelah polisi menangkap pelaku di rumah kontrakannya di Jalan Kamal, Bekasi”.

Polisi juga menemukan barang bukti berupa satu lembar STNK sepeda motor, dua buah kunci kontak, satu set kunci letter T, satu alat bong hisap sabu, satu buah senjata api jenis softgun, dan satu buah golok.

Berdasarkan Laporan Polisi (LP), dari ke enam barang bukti yang diamankan. Modus pencurian yang dilakukan dengan berpura-pura menjadi jamaah, ketika jamaah yang lain lengah, pelaku langsung melakukan aksinya.

Sebelum melakukan aksi pencuriannya di halaman Masjid Darul Ihsan, pelaku diketahui mengkonsumsi obat-obatan terlarang berjenis sabu.

Setelah ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya, AS dijerat pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Analisis SOLAADS Frank Jefkins

Subject
Subjek atau ide pokoknya adalah Berani Festival 2019 ingin membawa experience (pengalaman) konten kuliner online ke dalam wadah offline untuk menyatukan para food lovers.


Organization
Pengirim news release adalah Official Enjoy Partner yaitu Pedas Mantap dari perusahaan Danone


Location
Lokasinya yaitu di Pondok Indal Mall, Jakarta.


Advantages
Manfaatnya adalah memberikan hiburan yang bersifat edutainment (edukasi dan entertaiment) dan experience (pengalaman) dalam dunia kuliner kepada para food lovers atau pengunjung setelah mengikuti Berani Festival 2019.


Application
Kegunaanya yaitu untuk menyatukan para food lovers dengan membawa experience atau pengalaman konten kuliner online ke dalam wadah offline, penggunanya adalah tentu saja para food lovers atau masyarakat yang menyukai wisata festival kuliner.


Details
Details dari informasi tersebut adalah Festival Kuliner ini diadakan secara Cuma-Cuma oleh Berani Festival 2019 mulai tanggal 25 – 27 November 2019 di Pondok Indal Mall, Jakarta, yang turut dimeriahkan oleh saus Pedas Mantap dari Danone sebagai Official Enjoy Partner.


Source
Pada bagian akhir press release tertera sumber yang dapat dihubungi yaitu akun instagram @pedas mantap.

Tugas Bahasa Jurnalistik

Soal pertama

PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperoleh kebanggaan yang menorehkan kehebatan perusahaan dengan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah Pemerintah pada tahun  2019. Dalam gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut,  Sulam Sutera dianggap mampu berhasil meraih penghargaan The Best Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dinilai sudah sangat ok dalam tata kelolanya, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu bersaing di skala nasional dan global.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera Ilham Bintang juga menyabet penghargaan sebagai The Best CEO. Selain kedua penghargaan tersebut, Sulam Sutera juga berhasil meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima oleh Ilham Bintang pada acara yang diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz Carlton, di Jakarta, pada hari Kamis (28/3).

“Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi. Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi menjadi perusahan energi,” ujar Ilham Bintang.

Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan sejak bulan Januari lalu melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan penilaian dewan juri yang digawangi oleh mantan Menteri era SoehartoTanri Abeng. Setidaknya terdapat sejumlah aspek penilaian dalam penghargaan ini antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.

Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng pada saat penghargaan pada hari Jumat (29/3).

Melalui raihan ini, Sulam Sutera telah berhasil mempertontonkan kepada masyarakat luas terkait mantapnya kinerja perusahaan. Tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja, perusahaan juga berhasil mengembangkan potensi insan Sulam Sutera.

Teks yang diedit
PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperoleh kebanggaan yang menorehkan kehebatan perusahaan dengan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah Pemerintah pada tahun  2019. Dalam gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut,  Sulam Sutera dianggap mampu berhasil meraih penghargaan The Best Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dinilai sudah sangat ok dalam tata kelolanya, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu bersaing di skala nasional dan global.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera Ilham Bintang juga menyabet penghargaan sebagai The Best CEO. Selain kedua penghargaan tersebut, Sulam Sutera juga berhasil meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima oleh Ilham Bintang pada acara yang diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz Carlton, di Jakarta, pada hari Kamis (28/3).

“Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi. Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi menjadi perusahan energi,” ujar Ilham Bintang.

Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan sejak bulan Januari lalu melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan penilaian dewan juri yang digawangi oleh mantan Menteri era SoehartoTanri Abeng. Setidaknya terdapat sejumlah aspek penilaian dalam penghargaan ini antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.

Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng pada saat penghargaan pada hari Jumat (29/3).

Melalui raihan ini, Sulam Sutera telah berhasil mempertontonkan kepada masyarakat luas terkait mantapnya kinerja perusahaan. Tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja, perusahaan juga berhasil mengembangkan potensi insan Sulam Sutera.

Setelah di edit

Perseroan Terbatas Sulam Sutera Meraih Berbagai Penghargaan

PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperoleh kebanggaan dengan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah Pemerintah pada tahun  2019. Dalam gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut,  PT Sulam Sutera berhasil meraih penghargaan Kinerja Terbaik. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dinilai sangat baik, mencatatkan kinerja gemilang, dan mampu bersaing di skala nasional serta global.

Direktur Utama PT Sulam Sutera Tbk, Ilham Bintang, meraih penghargaan sebagai CEO Terbaik. Selain itu, PT Sulam Sutera Tbk juga berhasil meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima oleh Ilham Bintang. Acara ini berlangsung di Grand Ballroom Ritz Carlton, di Jakarta, Kamis (28/3).

“Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi. Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi menjadi perusahan energi,” ujar Ilham Bintang.

Penilaian Anugerah Pemerintah 2019 yang diselenggarakan sejak Januari oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM Manajemen melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan penilaian dewan juri oleh mantan Menteri era Soeharto, Tanri Abeng. Terdapat sejumlah aspek penilaian dalam penghargaan ini antara lain pertumbuhan, transformasi, tata kelola perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.

Tanri Abeng mengatakan PT Sulam Sutera Tbk sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng, saat penghargaan Jumat (29/3).

Melalui penghargaan ini, PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperlihatkan kepada masyarakat terkait kinerja perusahaan dan pengembangan potensi perusahaan.

Soal Kedua

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menetapkan ketua umum dan anggota komite eksekutif (exco) definitif pada kepengurusan 2019-2024 kemungkinan besar bakal diselenggarakan setelah pilpres, antara bulan Mei hingga Agustus mendatang yang kemungkinan dilaksanakan tempatnya di Jakarta. Sejumlah figur atau tokoh terkenal, dari tokoh politik, pejabat negara hingga pengusaha, para menteri, gubernur dan bupati sudah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI tersebut.

Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI yang saat ini masih menjabat, mengungkapkan KLB kemungkinan baru bisa digelar pada Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).  Di sisi lain, PSSI sendiri masih menunggu respon dari FIFA sebagai bagian dari aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extra ordinary congress tersebut. “Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja,” kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).

Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung, menyebut Komjen Iriawan sangat siap mengomandani PSSI.

Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule itu memiliki banyak kemampuan  untuk memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan Bule juga profesional.

Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai sangat tepat ddan akurat dalam upaya memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang telah dibentuk Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola nasional, mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.

Melihat kiprahnya saat bertugas di jajaran kepolisian, keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Maka, oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik. 

“Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang memiliki kriteria untuk memimpin PSSI,” kata Kesit, Jumat (5/4).

Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa dijadikan pelajaran yang sangat penting.

Teks yang diedit

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menetapkan ketua umum dan anggota komite eksekutif (exco) definitif pada kepengurusan 2019-2024 kemungkinan besar bakal diselenggarakan setelah pilpres, antara bulan Mei hingga Agustus mendatang yang kemungkinan dilaksanakan tempatnya di Jakarta. Sejumlah figur atau tokoh terkenal, dari tokoh politik, pejabat negara hingga pengusaha, para menteri, gubernur dan bupati sudah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI tersebut.

Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI yang saat ini masih menjabat, mengungkapkan KLB kemungkinan baru bisa digelar pada Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).  Di sisi lain, PSSI sendiri masih menunggu respon dari FIFA sebagai bagian dari aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extra ordinary congress tersebut. “Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja,” kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).

Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung, menyebut Komjen Iriawan sangat siap mengomandani PSSI.

Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule itu memiliki banyak kemampuan  untuk memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan Bule juga profesional.

Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai sangat tepat ddan akurat dalam upaya memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang telah dibentuk Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola nasional, mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.

Melihat kiprahnya saat bertugas di jajaran kepolisian, keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Maka, oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik. 

“Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang memiliki kriteria untuk memimpin PSSI,” kata Kesit, Jumat (5/4).

Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa dijadikan pelajaran yang sangat penting.

Hasil editan

Komjen Polisi Iriawan dicalonkan Sebagai Ketua PSSI

Kongres Luar Biasa4 (KLB) PSSI, menetapkan Ketua Umum dan anggota Komite Eksekutif (EXCO) sebagai kepengurusan 2019-2024. Acara ini diselenggarakan setelah pilpres antara Mei – Agustus yang dilaksanakan di Jakarta. Sejumlah tokoh terkenal seperti, tokoh politik, pejabat negara pengusaha,  menteri, gubernur hingga bupati menyatakan persiapannya dalam mangisi jabatan Ketua PSSI tersebut.

Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) Ketua Umum PSSI, mengatakan KLB dapat digelar pada Agustus. Rencana itu dinilai terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).  Di sisi lain, PSSI masih menunggu keputusan dari FIFA sebagai bagian yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extra ordinary congress tersebut. “Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja,” kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).

Persib mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan, untuk memimpin otoritas sepak bola nasional. Umuh Muchtar, manajer Persib, mengatakan Komjen Iriawan siap memimpin PSSI.

Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule memiliki kemampuan  untuk memimpin PSSI. Iwan Bule juga berpengalaman dan professional selama  lima tahun sebagai pembina Persib

Kehadiran Kepala Polri dalam memimpin PSSI dinilai sangat tepat memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti dikatakan Tim Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola nasional, mengakui PSSI memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.

Komjen Mochammad Iriawan, memiliki keberanian dan ketegasan dalam bertugas di jajaran kepolisian, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik. 

“Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang memiliki kriteria untuk memimpin PSSI,” kata Kesit, Jumat (5/4).

Kesit mengatakan, apa yang terjadi di PSSI saat ini dapat dijadikan pelajaran yang sangat penting untuk sejumlah pengurusnya yang terlibat dalam pengaturan skor.